Rabu, 14 Juli 2010

SIAPA sangka Amerika Serikat ternyata mampu tampil mengimbangi Inggris di laga Piala Dunia 2010 tempo hari. Padahal, di AS, sepakbola bukan olahraga yang populer betul. Teringat waktu tahun 1970-an, pertandingan sepakbola di sebuah stadion di Amerika dipandu komentator sambil menjelaskan aturan permainan sepanjang pertandingan. Lalu, saat AS jadi tuan rumah Piala Dunia 1994, orang Amerika malah bertanya-tanya, “Maradona apanya Madonna?”


Itu dulu. Setelahnya pamor sepakbola makin naik. Semula tim sepakbola wanita AS yang menang melawan China tahun 1998. Kemudian, AS mendatangkan David Beckham, bintang sepakbola Inggris, merumput di liga sepakbola nasional negeri itu (MLS, Major League Soccer). Beckham juga jadi ikon fesyen di Amerika dan wajahnya nampang di cover majalah Vanity Fair.

Pamor sepakbola memang makin naik saat ini. Wajah Didier Drogba maupun Cristiano Ronaldo tak asing bagi majalah Vanity Fair. Selain saluran kabel ESPN, ada 3 saluran kabel lain yangkhusus menyiarkan pertandingan sepakbola.

Piala Dunia 2010 juga populer di Amerika. Penduduk negeri ini paling banyak membeli tiket nonton langsung, dan hanya kalah oleh negara tuan rumah, Afrika Selatan. Stasiun TV ABC/ESPN dan Univision menghabiskan $425 juta untuk membeli hak siar Piala Dunia 2010 di Amerika—yang terbesar untuk ukuran satu negara. Slot iklan di setiap pertandingan sudah terisi. Orang Amerika kini boleh dibilang sudah keranjingan sepakbola.

Tapi, di saat negeri berbahasa Inggris lain menyebut sepakbola dengan sebutan “football”, orang Amerika tetap bangga menyebutnya “soccer”.

Mengapa demikian?

Soccer sebetulnya kependekan dari association football, istilah resmi yang digunakan di Inggris, negeri asal sepakbola modern. Baik soccer dan football atau rugby gaya Amerika sebetulnya berasal dari akar yang sama dan populer di sekolah-sekolah kalangan kelas atas Inggris di awal abad ke-19 yang kemudian diekspor ke seberang lautan Atlantik, tanah baru Amerika. Dua jenis olahraga itu melibatkan menggiring bola ke daerah lawan lalu membuat skor di ujung lapangan. Tapi aturan permainan itu berbeda di setiap tempat. Hingga akhirnya, pada 1863, sekumpulan orang Inggris menentukan aturan baku permainan sepakbola yang kita kenal sekarang (hanya melibatkan kaki, memakai tangan berarti pelanggaran dan membedakannya dengan rugby). Selain itu, mereka juga menamakan diri mereka Football Association, mengadakan pertemuan dua bulan sekali, lalu menerbitkan The Book of Rules of Association Football, by the Group of Former English Public School Men.

Di pertemuan terakhir, ada yang memisahkan diri karena tak setuju permainan ini tak membolehkan membawa bola dengan tangan. Olahraga baru ini kemudian disebut association football, termasuk saat mulai masuk ke Amerika dan populer di akhir abad ke-19. Orang Amerika menyingkat association football dengan soc saja. Kata itu kemudian berkembang jadi soccer. PSSI-nya Amerika yang bernama United States Soccer Federation semula bernama United States of America Foot Ball Association saat pertama didirikan 1913. Namanya diganti jadi United States Soccer Football Association tahun 1945. Terakhir, pada 1974, kata soccer dibuang sama sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar